Diplomasi
dapat dipahami sebagai sarana individu atau aktor negara untuk melakukan
aktivitas politik yang bertujuan untuk melakukan lobying terhadap sebuah
negara, organisasi atau asosiasi dibidang tertentu untuk mencapai kepentingan
yang diinginkan.
Contohnya
kerjasama:
Indonesia
dan Thailand dalam bidang pertanian. Tujuan dari kerjasama ini antara lain
untuk promosi komoditi pertanian, pengelolaan dan perlindungan keragaman hayati
pertanian, pengembangan dan penyuluhan pertanian, kerja sama teknik dan
perlindungan SDM, serta pengelolaan dan perlindungan lahan-lahan pertanian dan
air.
Indonesia
dengan Amerika Serikat dalam bidang kemiliteran. Dari yang dapat kita ketahui
bahwa peralatan persenjataan yang dimiliki Indonesia dari Amerika Serikat
walaupun Indonesia juga dapat memproduksi senjata sendiri. Pada tahun 2001,
George W. Bush mengeluarkan dana segar 400 juta dollar AS untuk mendukung
pendidikan masyarakat sipil Indonesia dibidang pertahanan melalui kegiatan
perluasan pelatihan dan pendidikan militer internasional (expanded
internasional military education and traning.)
padahal saat itu Amerika Serikat belum mencabut embargo militer dari
Indonesia sejak AS menetapkan kebijakan embargo militer terhadap Indonesia
pasca jajak pendapat Timor Timur pada tahun 1999.
Indonesia
dengan Jepang dalam bidang kehutanan, hubungan bilateral antara Indonesia
dengan Jepang telah berlangsung sejak tahub 1960, sebelum Indonesia menerapan
sistem HPH dalam mengelola hutannya. Pertemuan pertama pada April 1996 di Tokyo
lalu disela-sela pertemuan ketiga Komite Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi
(sidang ketiga PrepComKTT) pembangunan berkelanjutan di New York, ketua
delegasi Jepang menemui ketua DELGI untu menyampaikan usulan kerjasama dala
bentuk partnership, khususnya di bidang illegal logging.
Setelah
membahas contoh kita akan membahas mengenai konsep diplomasi. Konsep diplomasi
terbagi menjadi dua yaitu konsep diplomasi tradisional dan diplomasi modern.
Pertama,
konsep diplomasi tradisional erat kaitanya dengan kegiatan kenegaraan dan aktor
negara. Topik pembahasan secara umum terfokus pada perdamaian, keamanan dan
penyelesaian konflik.
Kedua,
konsep diplomasi modern terdapat perkembangan yang membuat cakupan diplomasi
ini menjadi semakin luas. Aktor yang melakukan diplomasi tidak hanya aktor
negara tapi juga bisa individu, organisasi, pebisnis, dan badan usaha. Pokok
pembahasanya pun semakin meluas seperti pada masalah sosial, budaya, politik,
dan ekonomi.
Terdapat
9 multitrack diplomacy :
1. Goverment (Pemerintah)
Pemenrintah dalam hal
ini memiliki peran yang sangat vital walaupun aktor non-pemerintah semakin
bertambah. Namun pemerintah juga ikut andil, semisal memberikan penyuluhan
bagaimana agar mendapat koneksi yang luas.
2. Professional
Conflinct Resolution
Atau aktor non-pemerintahan
yang bersifat profesional. Mereka melakukan dengan mengandalkan profesionalitas
yang dimiliki masing-masing. Mereka dapat berpartisipasi dengan memberikan
masukan atau ide untuk perbaikan rezim internasional, juga dapat mempromosikan
pikiran mereka dengan jalan tulisan, seminr, atau terjun langsung dalam aksi
kemanusiaan dan penyelesaian konflik.
3. Business
Kegiatan bisnis
seringkali berurusan dengan pemerintahan daerah, organisasi non-pemerintah,
masyarakat sipil, bahkan rezim internasional.
4. Private Citizen
Individu dapat ikut
berperan dalam berbagai progam pertukaran kegiatan sipil, dalam rangka
pendidikan, budaya, kesehatan dan sebagainya. Mereka biasanya terjun dengan
kepentingan masing-masing.
5. Research, Training,
and Education
Dalam track ini peran
dunia pendidikan sangat penting. Mereka yang bergerak dalamdunia pendidikan
biasanya lebih jeli dalam menanalisis dan menjabarkan sebuah fenomena. Mereka
yang terlibat biasanya sebagai kritikus yang memberikan masukan melalui pelatihan,
penelitian dan studi yang mereka jalankan.
6. Peace Activism
Para aktivis bisa
dianggap sebagai ujung tombak ekonomi, sosial, politik,sampai lingkungan. Ini
karena posisi mereka yang aktif dalam menunjukan dukungan dan penolakan
berbagai kebijakan dianggap bernilai negatif.
7. Religion
Kelompok agama atau
kepercayaan. Dalam hal ini agama membawa misi bagi perjuangan perdamaian dan
keadilan. Setiap kepercayaan yakin bahwa mereka membawa pengaruh penting dalam
perdamaian. Sehingga setiap agama memberikan pengajaran filosofi hidup para
penganutnya.
8. Funding (pendanaan)
Pendanaan merupakan
aktivitas yang tertujuan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan utamanya dalam
menjalankan multitrack diplomacy. Pendanaan diberikan baik kepada organisasi
maupun individu sesuai dengan visi para pemberi dana.
9. Media and Publik
Opinion
Bertujuan untuk menyebarluaskan
isu-isu suputar jalinan kerjasama internasional, perdamaian dan resolusi
konflik. Media massa memiliki potensi membentuk opini dalammasyarakat. Tak
jarang media massa memunculkan isu-isu terbaru sehingga mendapatkan perhatian
masyarakat dunia.
Fungsi
diplomasi
1. Representasi yaitu yang mewakili
negara asalnya dalam melakukan perundingan juga sebagai pembawa nama negara
asal.
2. Negosiasi yaitu melakukan
perundingan dengan negara lain yang berhubungan dengan permasalahan negara
asal.
3. Reporting yakni melindungi negara
serta warganya yang ada di tanah asing
4. Meningkat persahabatan antarnegara
5. Meningkatkan kerja sama politik,
keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya dengan negara lain.
6. Meneliti dan keterangan tentang
kondisi dan perkembangan negara penerima sesuai dengan Undang-Undang dan
melaporkan kepada pemerintah negara pengirim.
7. Menerima pengaduan-pengaduan untuk
diteruskan kepada pemerintah negara penerima.
sumber referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar