Jumat, 09 Oktober 2020

DEMAM HALLYU (KOREAN WAVE)

 

DEMAM HALLYU

 

Demam Hallyu atau dengan kata lain Korean Wave adalah sebutan untuk tersebarluasnya budaya Korean-pop secara global. Tersebarnya hallyu ini sudah sejak tahun 1990-an.  Hal ini, memicu masyarat di negara lain mempelajari bahasa dan budaya Korea Selatan.

Awal mulanya hallyu ini ketaki salah satu serial drama Korea Selatan ditayangkan stasuiun TV  di Tiongkok setelah itu menyebar ke negara lain seperti Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Saat ini, hallyu tidak hanya fokus pada drama tapi juga produk lain, seperti makanan, barang elektronik, film, dan musik. Karena hal ini, banyak masyarakat asing apalagi kalangan muda yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Korea Selatan.

Sementara ini pemerintah Korea Selatan sendiri mendukung penuh dan memiliki peran tersendiri dalam mewabahnya demam hallyu. Contoh dukungan pemerintah Korea yaitu dengan mengadakan berbagai acara kesenian seperti festival-festival film dan musik bertaraf internasional. Selain itu dalam industri hiburan sendiri mereka selalu berpikir orang Korea sendirilah yang harus bisa menciptakan produk-produk media massanya sendiri sehingga, merekadapat menghindar dari gempuran industri barat.

Drama Korea adalah awal dari hallyu berkembang diberbagai negara. Peusahaan TV bahkan peru merogoh kantung hanya untuk mengeluarkan sebuah drama dan beberapa diantaranya mencetak kesuksesan hingga dieksplor ke luar negeri. Contoh drama Korea yang sukses dengan jumlah penonton yang fantastis antara lain Boys Before Flowers, Full House, Descandent of the Sun, Goblin,

Faktor-faktor yang menyebabkan drama Korea lebih mengena

1.   Alur cerita yang kuat

2.   Genre yang bervariasi

3.   Pemain yang profesional

4.   Cerita yang disampaikan sesuai dengan budaya penduduk Asia

(https://en.wikipedia.org/wiki/Korean_wave)

 

Selain drama ada juga yang paling banyak diminati oleh masyarakat dunia terutama kalangan remaja adalah Boy/Girl Band. Seperti yang kita tahu ada banyak fandom dan stan di Indonesia sendiri, contohnya SMstan ada EXO-L, ELF, NCTzen, WAYzeny, ReVeluv, SONE, Shawol. YGstan ada Inner Circle, iKONIC, Blink, V.I.P. JYPstan ada Stay, I Got 7, Once.

Terkadang tanpa kita sadar kita masuk dalam Korean Wave hal-hal kecil seperti heart sign dengan tangan, penggunaan satu atau dua kata bahasa Korea dalam berbicara, serta mengenal member atau boy/girls grub Korean, seperti Super Junior, TVXQ, BIGBANG, BLACKPINK, EXO, NCT, atau TWICE.

Hal yang menjadi pengeruh berkembangnya hallyu mendunia seperti sekarang:

1.   Musik yang ditawarkan Korea merupakan aliran musik baru. Selain itu agensi yang menaungi boy/girl bad selalu mengubah konsep bermsik artis-artisnya yang akan mengeluarkan album baru.

2.   Musik yan telahg digunakan boy/girl bad pada awal mereka debut dapat berubah tiba-tiba. Musik K-pop cenderung berani mengubah jenis musik mereka pada debut album tanpa banyaj melewati hal-hal rumit.

3.   Lirik terdapat dalam musik K-pop juga masih cenderung sopan dan berisi mengenai janji dan kesetiaan, juga hal-hala yang berbau persahabatan. Tidak seperti musik barat yang cenderung  menceritakan mengenai gaya hidup kebarat-baratan.

4.   Dari segi make-up, tampilan wajah orang Asia bermata sipit, bisa ditampilkan dengan mata besar merupakan hal baru yang menyenangkan untuk dilihat.

5.   Di bidang fashion, Korea menawarkan gaya berpakaian yang unik. Walaupun cenderung gaya ini pas untuk dipakai oleh masyarakat empat musim namun juga wajar bila digunakan di Indonesia.

6.   Musik K-pop umumnya menampilkan dance yang rapih dan inovatif. Sehingga, masing-masing boy/girl band memiliki ciri khas tarian tersendiri. Contohnya ‘Sorry Sorry’milik super junior, ‘Ko Ko Bop’ milik EXO, ‘Cheer Up’ milik TWICE.

7.   Artis Korea memiliki masa traine yang relatif lama sehingga mereka benar-benar memiliki kualitas yang bagus dan performa yang sempurna.

8.   Terakhir adalah visual mereka yang mendukung, tak heran lagi kalau kebayakan artis korea memiliki wajah bak anime Jepang atau seperti manekin.

(https://www.republika.co.id/berita/senggang/musik/12/05/01/m3chbz-ini-alasan-remaja-dunia-kecanduan-kpop)

 

Jadi, kita paham apa yang membuat demam hallyu ini berkembang pesat dari yang awalnya di Tiongkok lalu menyebar ke nagara Asia Tenggara sampai akhirnya berkembang di Amerika dan daratan Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THE 3rd ICTESS 'GLOBAL SECURITY AND GLOBAL COOPERATION IN A CHANGING WORLD'

hai semua ...  안녕하세요여러분 こんにちは皆さん 大家好 THE  3 rd  INTERNASIONAL CONFERENCE ON TECHNOLOGY, EDUCATION, AND SOSIAL SCIENCE “GLOBAL SECURITY AND...